Desa Putatgede menuju desa satelit.. Mari membangun desa bersama

Sabtu, 21 Mei 2011

Peranan Pupuk NPK pada Tanaman Padi

PENDAHULUAN


Usaha pengembangan tanaman pangan di Kabupaten Kendal, bukan berarti tidak mengalami hambatan baik dari segi teknis maupun non teknis dalam kaitannya dengan peningkatan produksi. Aspek teknis yang menjadi masalah utama adalah kondisi agro-ekosistem. Pada kondisi lahan seperti ini diperhadapkan kepada berbagai kendala seperti kemasaman tanah yang tinggi, kurang tersedianya unsur hara makro seperti N, P dan K yang sangat dibutuhkan oleh tanaman dan meningkatnya konsentrasi AI, Fe dan Mn dalam tanah yang dapat meracuni tanaman.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi kurangnya unsur hara tersebut adalah pemberian pupuk anorganik seperti Urea, TSP/SP-36 dan KCI, yang sangat nyata pengaruhnya terhadap tanaman, utamanya pupuk urea, sehingga petani lebih cenderung menggunakan pupuk Urea dibandingkan dengan TSP dan KCI.
Dengan cara seperti demikian produksi padi secara optimal sulit dicapai, karena kondisi lahan tetap kekurangan unsur P dan K terus berlanjut. Khususnya K disamping mudah terurai dalam tanah juga banyak terangkut oleh tanaman waktu panen, sehingga mutlak adanya penambahan unsur ini setiap saat atau setiap musim tanam.
Pemupukan secara berimbang utamanya keseimbangan antar pupuk Urea, TSP/ SP-36 dan KCL pada sentra pengembangan padi di Irian Jaya, perlu dilaksanakan dan diinformasikan kepada petani, karena umumnya petani hanya menggunakan Urea saja, dengan alasan atau pertimbangan ekonomi tanpa memperhatikan aspek produksi dan produktivitas tanaman.
Peranan N,P dan K pada Padi
Ketiga unsur ini mempunyai peran yang sangat penting terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman, dimana ketiga unsur ini saling berinteraksi satu sama lain dalam menunjang pertumbuhan tanaman, unsur nitrogen dapat diperoleh dari pupuk Urea dan ZA. unsur P dari pupuk TSP/SP-36, sedangkan K dalam KCI dan ZK.

Peranan Nitrogen
Unsur N adalah merupakan unsur yang cepat kelihatan pengaruhnya terhadap tanaman. Peran utama unsur ini adalah :
-          Merangsang pertumbuhan vegetatif (batang dan daun).
-          Meningkatkan jumlah anakan
-          Meningkatkan jumlah bulir/ rumpun

Kurang unsur N menyebabkan:
-          Pertumbuhannya kerdil
-          Daun tampak kekuning-kuningan
-          Sistem perakaran terbatas

Kelebihan unsur N menyebabkan tanaman:
-          Pertumbuhan vegetatif memanjang (lambat panen)
-          Mudah rebah
-          Menurunkan kualitas bulir.
-          Respon terhadap serangan hama/ penyakit.

Peranan Posfor
Secara detail fungsi posfor dalam pertumbuhan tanaman sukar di utarakan, namun demikian fungsi-fungsi utama posfor dalam pertumbuhan tanaman adalah sebagai berikut :
-          Memacu terbentuknya bunga, bulir pada malai
-          Menurunkan aborsitas
-          Perkembangan akar halus dan akar rambut
-          Memperkuat jerami sehingga tidak mudah rebah
-          Memperbaiki kualitas gabah

Kekurangan posfor menyebabkan tanaman
-          Pertumbuhan kerdil
-          Jumlah anakan sedikit w
-          Daun meruncing berwarna hijau gelap

Peranan Kalium
Kalium merupakan satu-satunya kation monovalen yang esensial bagi tanaman. Peranan utama kalium dalam tanaman ialah sebagai aktivator berbagai enzim. Dengan adanya kalium yang tersedia dalam tanah menyebabkan:
-          Ketegaran tanaman terjamin
-          Merangsang pertumbuhan akar
-          Tanaman lebih tahan terhadap hama dan penyakit
-          Memperbaiki kualitas bulir
-          Dapat mengurangi pengaruh kematangan yang dipercepat oleh posfor
-          Mampu mengatasi kekurangan air pada tingkat tertentu

Kekurangan Kalium menyebabkan :
-          Pertumbuhan kerdil
-          Daun kelihatan kering dan terbakar pada sisi-sisinya.
-          Menghambat pembentukan hidrat arang pada biji.
-          Permukaan daun memperlihatkan gejala klorotik yang tidak merata
-          Munculnya bercak coklat mirip gejala penyakit pada bagian yang berwarna hijau gelap.

Kelebihan kalium dapat menyebabkan daun cepat menua sebagai akibat kadar magnesium daun dapat menurun, kadang-kadang menjadi tingkat terendah sehingga aktifitas fotosintesa terganggu.

Pentingnya Pemupukan Secara Berimbang
Pemupukan secara berimbang utamanya keseimbangan antara Urea, SP - 36/ TSP dan KCI yang harus diberikan tergantung pada keadaan tanah. Unsur utama yang terkandung dalam pupuk ini bila digunakan secara tepat tidak saja mengen- dalikan, mengimbangi, mendukung dan saling mengisi satu, sama lain diantara ketiga. jenis pupuk ini, akan tetapi juga dengan unsur-unsur lainnya. Hal ini sangat penting karena ada keterkaitan ekonomi dan efektivitan pemupukan.
Pupuk yang diberikan merupakan tambahan bagi unsur yang sudah ada dalam tanah, sehingga jumlah nitrogen, posfor dan kalium yang tersedia bagi tanaman berada dalam perbandingan yang tepat.
Pada waktu bersamaan ketersediaan unsur penting (esensial) lainnya juga harus dalam keadaan optimal. Sebagai contoh apabila pemupukan padi hanya dipupuk dengan urea saja, kelihatannya sangat cepat dan rimbun akan tetapi sangat lemah sehingga mudah rebate dan tidak tahan, terhadap serangan hama dan penyakit. Demikian pula sebaliknya apabila hanya dipupuk TSP/SP-36 atau KCI saja pupuk ini tidak akan berpengaruh optimal terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman. Pada prinsipnya keseimbangan hara atau kesuburan secara menyeluruh harus sedemikian rupa sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman yang lebat dan normal.
Waktu Pemberian Pupuk N, P dan K
Waktu pemberian pupuk disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan tanaman dan jenis pupuk yang akan menjamin untuk optimalnya penyerapan unsur pupuk tersebut oleh tanaman. Pemberian pupuk TSP / SP-36 umumnya diberikan bersamaan tanam, sedangkan Urea diberikan dua kali yaitu ½ dosis saat tanam (satu minggu setelah tanam) ½ dosis 35 hari setelah tanam (saat tanaman aktif). Pemberian pupuk KCL, pads prinsipnya pemberian lebih sedikit tetapi lebih sering, itu lebih baik, dibandingkan dengan pemberian dalam jumlah banyak tapi diberikan sekaligus.
Untuk menjamin efektifnya penyerapan unsur hara dari pupuk KCL, maka pemberiannya disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan tanaman padi yaitu1/3 dosis 1 minggu setelah tanam, 1/3 dosis 35 hari setelah tanam (saat anakan aktif) dan1/3 dosis 55 hari setelah tanam saat primordia).

Cara Aplikasi Pupuk
Pemupukan dilakukan secara manual dengan sebar atau hambur merata pada areal tanaman. Untuk aplikasi pupuk urea dan KCL pada waktu yang bersamaan dapat dicampur secara merata sebelum diaflikasikan dan setelah dicampur harus segera ditabur, tidak boleh disimpan terlalu lama.

0 komentar:

Poskan Komentar